Kondisi
Umat Islam di Akhir Zaman
“Hampir tiba
masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan
makanannya.” maka seseorang bertanya “Apakah karna sedikitnya jumlah kita?”
Nabi SAW. menjawab “Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung.
Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahn.” Seseorang
bertanya “Ya Rasulullah apakah Al-Wahn itu? Nabi SAW. bersabda “Cinta dunia dan
takut akan kematian”. (HR. Abu Dawud 3745).
Dalam hadis di atas Rasul telah mengabarkan kepada kita 14 abad yang lalu
bahwa akan datang masanya umat Islam begitu banyak jumlahnya bagaikan buih di
lautan. Akan tetapi pada masa itu umat Islam layaknya seperti makanan yang
menjadi rebutan para pemangsa, beginilah keadaan umat Islam yang digambarkan
Rasul pada akhir zaman, zaman yang dimana umat Islam jadi bahan rebutan,
rampasan, dan dikuasai musuh-musuh Allah.
Jika kita menelusuri wilayah-wilayah Islam saat ini kita akan mendapati
kondisi umat Islam sangat memprihatinkan. Telah banyak media yang menyajikan
keadaan umat Islam di belahan bumi,
mulai dari kasus diskriminasi, kekerasan, kelaparan, penindasan, pembantaian,
perpecahan bahkan perang saudara. Masih hangat dibenak kita peristiwa di
Gaza, jutaan muslim Palestina dizalimi, ditindas, anak-anak tak berdosa dibantai,
para wanita diperkosa dan dilecehkan oleh kaum zionis Yahudi. Di Afrika
Tengah, banyak umat muslim yang mati kelaparan dan dipaksa menanggalkan keimanan mereka
antara memilih mati atau masuk agama kristen. Di Suriah, perpecahan umat Islam ditandai
dengan perang saudara antara Sunni dengan Syiah. Di Irak, penghancuran
rakyatnya terus berlanjut demi menegakkan Negara Khilafah yang dimotori ISIS.
Di Yaman, pembantaian yang masih menyelimuti rakyatnya. Di Libya, pemberontakan
masih terus berlanjut. Dan hari Ini di Myanmar saudara kita muslim Rohingya
ditindas, rumah-rumah dibakar oleh kaum Buddhis yang di provokatori oleh biksu
Ashin Wiranthu yang merupakan dalang dari perisitiwa ini. Seolah-olah hak
kemanusian sudah tidak digubris lagi, nyawa sudah tidak ada artinya.
Tentunya ini semua tidak terlepas dari pengaruh musuh-musuh Allah SWT. yang ingin menghancurkan umat Islam, mereka menyadari tidak akan mampu menghancurkan Islam jika dengan perang maupun fisik, sehingga alternatif lain dengan cara mengadu domba sesama muslim, merusak generasi Islam melalui kemajuan tekhnologi, menyajikan berbagai aplikasi yang merusak moral bangsa, mengubah cara berfikir yang liberal, individual. Betapa banyak orang ketika disinggung mengenai penderitaan umat Islam saat ini mereka berkata “Itu adalah urusan politik, urusan negara mereka sendiri, kita tidak perlu mencampuri urusan mereka.” Padahal umat Islam itu satu tubuh, jika saudaranya sakit ia juga merasakannya, jika saudaranya ditindas ia juga merasakan penderitaannya.
Kasus-kasus
yang terjadi saat ini menyadarkan kita betapa pentingnya solidaritas dan
kesatuan Islam.
Keadaan umat Islam saat-saat ini persis seperti gambaran Rasulullah SAW dimasa yang akan datang, sebagaimana dalam sabdanya yang telah dipaparkan diatas. Seperti inilah umat Islam diakhir zaman, zaman yang sedang kita hadapi! zaman dimana umat Islam jadi rebutan, rampasan oleh musuh-musuh.
Keadaan umat Islam saat-saat ini persis seperti gambaran Rasulullah SAW dimasa yang akan datang, sebagaimana dalam sabdanya yang telah dipaparkan diatas. Seperti inilah umat Islam diakhir zaman, zaman yang sedang kita hadapi! zaman dimana umat Islam jadi rebutan, rampasan oleh musuh-musuh.
Saya
tidak mengajak pembaca untuk mengangkat senjata dan pergi memerangi musuh-musuh
Allah. Jangankan berjihad kebanyakan diantara kita bahkan tidak mau tahu dan tidak ingin tahu dengan
masalah umat Islam saat ini. Saya hanya mengajak para pembaca untuk merenungkan
bagaimana umat Islam di luar sana, bahkan untuk Salat saja mereka terganggu,
untuk itu jika kita tidak bisa berkorban dengan jiwa, raga dan harta kita,
marilah kita luangkan waktu kita untuk mendoakan saudara kita yang sedang
menjerit kesakitan, ketertindasan, kelaparan, kepedihan yang mendalam yang tak
bisa diungkapkan dengan kata-kata. Semoga Allah memberikan kekuatan, kesabaran, ketabahan, kepada mereka.
Aamiin..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar