Silahkan cari

Minggu, 17 Desember 2017

Pengaruh Islamisasi di Indonesia terhadap Budaya Jawa




Pengaruh Islamisasi di Indonesia terhadap Budaya Jawa

Sejak awal, masuknya Islam di Jawa disebarkan secara damai tanpa ada unsur peperangan atau perlawanan sedikitpun. Dilihat dari sejarahnya para 9 wali dalam bahasa Jawanya ''wali songo"  menyebarkan Islam dengan cara yang santun. Uniknya, penyebaran Islam di Jawa dilakukan dengan pendekatan Sosial-budaya melalui berbagai kesenian yang bersifat lokal tanpa menghapus sepenuhnya tradisi masyarakat Jawa saat itu. Yang menariknya lagi para wali songo menanamkan nilai-nilai keislaman dalam tradisi masyarakat Jawa, misalnya : tradisi slametan, perwayangan, gamelan dan lain-lain. Slametan yang dulunya menggunakan mantra versi Jawa-Hindu diganti dengan doa-doa Islam, demikian pula perwayangan yang dulunya mengisahkan cerita Hindu dan tradisi India diganti para wali dengan cerita-cerita yang berbau Islami.

Tentunya penyebaran Islam di Jawa berdampak pula pada kehidupan masyarakat Jawa yang  menanamkan akan nilai-nilai keislaman, dengan cara seperti itu Islampun diterima dengan cara yang santun pula oleh masyarakat Jawa. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Jawa sejak dulu bersifat terbuka. Maka sangatlah wajar kebudayaan masyarakat Jawa berwatak ramah-tamah.
Diantara karakteristik masyarakat Jawa yang masih dipengaruhi budaya Islam yang dibawa para wali
antara lain ; mereka pandai menjaga Etika, baik dalam hal berbicara maupun sopan santun. Terutama masyarakat Jawa yang berada di Yogyakarta, Solo dan Semarang dikenal dengan kesopanan dan kehalusan tutur katanya. Seorang anak jika hendak bepergian atau meninggalkan rumah, pada umumnya telah dibiasakan untuk berpamitan. Berpamitan merupakan salah satu bentuk sopan santun. Tujuan dari berpamitan adalah meminta restu agar tidak terjadi suatu hal yang tidak diinginkan dan supaya orang tua tidak mengkhawatirkan kepergian anaknya. Pada saat berpamitan biasanya disertai dengan mencium tangan dan kedua pipi orang tua. Contoh lain dari pengaruh budaya Islam di Jawa ialah merundukkan badan ketika berpapasan dengan orang yang lebih tua, sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat Jawa sebagai wujud penghormatan. Sikap tubuh yang merunduk ini juga merupakan tanda bahwa seseorang sungguh menghargai orang yang lebih tua sebagaimana yang diajarkan dalam Islam.

Saat ini budaya Islam sudah mengalami berapa perubahan karena masuknya informasi dari berbagai media. Masuknya berbagai media baik cetak maupun elektronik sangat berpengaruh terhadap budaya Islam terutama di kalangan generasi muda. Berbagai informasi yang masuk akan berpengaruh terhadap tatanan nilai yang berlaku di masyarakat. Masyarakat Jawa cenderung meniru budaya yang masuk melalui media tersebut dalam bertindak dan berperilaku. Contoh kecilnya saja adab berpakaian dahulu para wali mengajarkan berpakaian menutup aurat bahkan Sunan Kalijaga berinisiatif mendesain baju dengan model tertutup yang kita kenal baju Surjan setelah masuknya budaya barat sebagian masyarakat lebih cenderung memakai pakaian sempit dan mengumbar aurat. Contoh lain dapat kita lihat pada cara makan, dahulu para leluhur mengajarkan cara makan dengan menggunakan tangan dan mejilati makanan yang tersisa di sela-sela jemari untuk memperoleh keberkahan sebagaimana ajaran Islam. Namun sangat disayangkan budaya itu lambat laun mulai ditinggalkan karna mengaggapnya tidak praktis alternatif lain mereka lebih memilih makan dengan menggunakan dengan sumpit, garpu, sendok dan lainnya. Akan tetapi bagi yang bisa membedakan hal-hal yang baik dan buruk tentu tidak akan terpengaruh oleh masuknya budaya asing tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar